Saat memasuki masa tua, yang kita inginkan pasti adalah bagaimana kita dapat hidup dengan tenang dan nyaman. Karena saat masa tua, kita sudah tidak dapat lagi bekerja dan memenuhi segala kebutuhan hidup sendiri. Untuk itu kita diharuskan untuk mengerti dan memahami bagaimana cara untuk mengatur finansial.
1. Ayo Menabung!!
“Nabung? Duh… Gaji saya habis buat bayar cicilan, buat
belanja bulanan, buat bayar ini, bayar itu….” Atau “Nanti deh, setelah semua
cicilan beres…” Jawaban ini yang paling sering dikeluarkan saat kita yang tidak
terbiasa, diajak untuk menabung. Kelihatannya, bagi sebagian orang menabung
memang tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan mengeluarkan uang demi
mengikuti tred terkini. Padahal, manfaat menabung sangat besar terhadap hidup
kita, loh. Diantaranya:
· Belajar hidup hemat – Kegiatan menabung yang dilakukan secara rutin setelah gajian
misalnya, akan membuat seseorang menyisakan pendapatannya sehingga menghindari
jajan-jajan yang kurang berguna. Uang tersebut sudah dialokasikan untuk
menabung.
· Ketersediaan uang
disaat mendesak – Kita tidak pernah mengetahui apa
yang akan terjadi di masa depan, salah satunya ketika jatuh sakit. Saat sakit
tentu saja kita membutuhkan pengobatan, uang tabungan ini bisa dipergunakan
untuk mengantisipasi keadaan mendadak yang bisa saja datang tiba-tiba.
· Mencegah berhutang – Keadaan yang mendesak seperti sakit yang membutuhkan perawatan
namun, tidak memiliki ketersediaan dana mau tidak mau jalan berhutanglah yang
ditempuh. Berhutang kepada bank contohnya, akan berbunga dan malah akan
memperberat saat pembayaran. Dengan menabung kita tidak perlu mengalami hal
tersebut.
· Investasi. Salah satu syarat dalam melakukan investasi adalah dengan menabung,
tidak mungkin anda dapat memikirkan investasi tanpa menabung dari awal.
Nah,
mulai sekarang, jadikan menabung sebagai prioritas utama hidup anda. Terutama saat
anda masih muda, cobalah menabung agar tidak kesulitan di masa mendatang.
2. Buat
Rencana keuangan
Rencana keuangan sebenarnya sederhana, hanya memuat
pendapatan dan pengeluaran serta proyeksi nominal harta yang ingin diraih pada
suatu periode. Bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek 1 tahun, jangka menengah
5 tahun atau jangka panjang di atas 10 tahun. Apapun modelnya hal pertama yang
harus dilakukan adalah Buatlah Rincian Biaya Pengeluaran.
Seharusnya pengeluaran anda kecil dan
sepantasnya anda memiliki tabungan. Namun kenyataannya tidak demikian.
Boro-boro tabungan, gajian tanggal 1 saja sudah habis
tanggal 5. Ketika terjadi musibah, anda harus berhutang ke
teman atau saudara. Memangnya berapa pengeluaran anda sebulan ? Berapa rumah
yag sudah anda beli ? Berapa tanah yang sudah anda miliki ? Atau apa barang
modal yang sudah anda beli ? Jawabannya pasti tidak ada, nol, nihil !
Sudah sewajarnya setiap orang membuat bujet keuangan setiap awal bulan. Malah
ada yang membuat bujet atau anggaran di awal tahun. Namun, kenyataannya, bujet
itu kadang hanya sekadar barisan angka yang tersusun rapi. Pelaksanaannya
sering kali melenceng jauh dari anggaran keuangan yang sudah disusun. Karena
itu, langkah kedua yang terpenting adalah mendisiplinkan diri terhadap bujet
keuangan. Cobalah mengikuti daftar pengeluaran yang telah kita buat, termasuk
dalam hal menabung. Intinya hanya satu, menahan diri terhadap semua godaan
berbelanja barang-barang yang tak penting. Belilah segala sesuatu berdasarkan
kebutuhan, bukan keinginan.
3. Ayo mulai!
Ada juga tipe orang yang jago membuat perencanaan, namun tak kunjung
dikerjakan. Kebiasaan untuk
berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai kalau kita terus menunda untuk
melakukannya. Jangan terlalu berandai-andai dengan rencana tanpa eksekusi.
Alangkah baiknya kalau kebiasaan menabung dimulai dari sekarang juga. Jika
susah dilakukan mintalah bantuan dari pihak perencana keuangan atau orang-orang
yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu kita melakukan
penghematan. Perencana keuangan tersebut sebenarnya paling mudah masuk dalam
mind set Anda adalah teman atau keluarga sendiri. Setidaknya, pastikan minimal
ada 3% hingga 10% penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana
pensiun.
Lalu bagaimana kita menyiapkan dana pensiun tersebut? Apakah cukup
dengan tabungan dan investasi? Tabungan hanya cocok untuk dana darurat, jika
tujuannya untuk persiapan dana pensiun, maka solusinya adalah investasi. Banyak
orang gagal untuk berinvestasi hanya karena mereka serakah, mudah tertipu bujuk
rayu investasi dengan imbal balik di luar kewajaran, atau tidak sabar dalam
mengikuti tahapan investasi yang benar. Apapun itu investasi tetap merupakan
langkah yang harus dilakukan untuk persiapan dana pensiun.
Untuk persiapan jangka panjang, banyak pakar keuangan memberi saran
untuk investasi
di reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana sesuai dengan profil risiko mulai
dari reksa dana saham, campuran, dan pendapatan tetap.
4. Persiapkan Dana Darurat
Milikilah asuransi
Salah satu upaya merencanakan finansial yang cukup mudah sebenarnya adalah
dengan mengikuti asuransi. Dengan mengikuti asuransi, kita bisa mendapatkan
jaminan sesuai dengan premi yang kita bayarkan tanpa perlu memusingkan
bagaimana mengatur keuangan saat terjadi masalah atau musibah. Dengan begitu,
jika terjadi sesuatu, kita sudah memiliki "cadangan" finansial yang
akan memberikan keuntungan.
Siapkan dana pensiun.
Bila perusahaan tempat kita bekerja memberikan fasilitas simpanan pensiun, itu
adalah hal yang sangat baik. Namun bila tidak, kita bisa menyiapkannya sendiri.
Memiliki rencana jangka panjang keuangan jauh ke depan adalah hal yang harus
menjadi prioritas saat ini. Dana pensiun merupakan pegangan utama bila suatu
saat nanti kita sudah memasuki usia pensiun dan tidak bekerja lagi. Beberapa
produk asuransi dan perbankan banyak yang menawarkan program investasi untuk
perencanaan pensiun.
Bereskan tagihan kartu
kredit.
Kartu plastik kecil ini memang memudahkan, namun bila tak waspada, justru
mendatangkan kesulitan. Harus diingat, semakin sering kita menggeseknya,
semakin besar pula tagihan yang harus dibayar. Untuk itu, perlakukan kartu
kredit sebagai pengganti uang tunai, bukan alat pembayaran. Maksudnya, kita
harus memiliki dana untuk mengganti transaksi yang dilakukan dengan kartu
kredit dan jangan menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Plus, jangan
lupa bayarlah tepat waktu sehingga kita terhindar dari "jebakan"
utang bunga berbunga yang sering merepotkan.