Tuesday, 16 August 2016

Mari Mempersiapkan Dana Pensiun Dari Sekarang!

Tahukah Anda usia produktif merupakan masa terbaik untuk menyiapkan dana pensiun. Barangkali mereka yang berusia 20 sampai 30 tahun tidak terlalu memikirkan untuk mempersiapkan masa pensiun mereka dengan baik. Mereka beranggapan, pensiun adalah urusan orang-orang usia 45-60 tahun. Apalagi, jika mereka adalah pegawai negeri sipil, yang notabene mendapat pensiun dari negara.

Padahal, usia 20-30 tahun merupakan saat paling tepat mempersiapkan masa pensiun karena berada pada masa keemasan dalam karier, tanggungan hidup masih sedikit, badan masih sehat, sehingga bisa menabung sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan pensiun.
Berikut ini merupakan 3 cara cerdas mempersiapkan dana pensiun sejak dini:

1. Bentuklah tabungan dana darurat
Dana darurat berfungsi untuk antisipasi atas berbagai kejadian tidak terduga. Dana ini akan sangat berguna untuk menunjang hidup kamu jika terjadi keadaan darurat seperti bisnis kamu bermasalah besar atau kehilangan pekerjaan.
Normalnya, kamu perlu membentuk dana darurat sebesar 6 bulan biaya hidup sehari-hari. Mulailah menyisihkan sedikit lebih banyak penghasilan kamu setiap bulan.
Sebagai contoh, jika penghasilan kamu saat ini Rp 3 juta per bulan, maka kamu dapat menyisihkan 10 persen atau sekitar Rp 300 ribu per bulan untuk mulai membentuk dana cadangan.
Apabila biaya hidup kamu mencapai Rp 2 juta per bulan, maka dalam 40 bulan atau 3,5 tahun saja kamu sudah siap dengan dana cadangan tersebut.
Jangan lupa berhemat untuk mempercepat terkumpulnya dana darurat. Kamu bisa gunakan dana ini sebagai tambahan dana pensiun kalau tidak pernah terpakai.

2. Hapus hutang kamu
Hutang merupakan salah satu prioritas utama yang perlu dihapuskan sebelum memasuki masa pensiun.
Akan lebih bijaksana bilamana kamu mulai meyisihkan penghasilan kamu sedikit demi sedikit untuk mulai menghapus hutang tersebut, seperti KPR atau mungkin pinjaman dari saudara untuk memulai usaha sendiri.
Secara umum, kamu sebaiknya menghapus hutang yang memilki bunga paling tinggi dulu untuk mencegah beban bunga yang terlalu besar.
Namun, ada kalanya kamu dapat melunasi hutang yang nilainya kecil dulu tanpa melihat besar suku bunganya.
Ini akan memberikan kepuasan emosional tersendiri yang justru dapat meningkatkan motivasi kamu untuk menghapus hutang lain secepatnya.
Satu hal, jangan pernah melunasi hutang dengan meminjam uang lagi. Jika kamu hanya menutup lubang dengan menggali lubang lain, maka kamu bisa jadi tidak memiliki dana yang cukup untuk masa pensiun kamu nantinya, atau malah menyisakan hutang lagi.

3. Mulai rintis penghasilan lain
Nah, cara terakhir adalah dengan mulai merintis usaha sampingan atau penghasilan lain. Kamu bisa mulai dengan sesuatu yang sederhana sebagai bisnis kecil, seperti menjual buku bekas atau barang lain yang tidak kamu gunakan lagi.
Saat ini, di Indonesia sudah cukup banyak situs jual-beli online yang mempermudah kamu sebagai penjual untuk memulai bisnis sampingan.
Kalau kamu punya hobi seperti memasak atau kerajinan tangan, kamu bisa memanfaatkannya untuk menambah pemasukan dengan menjual hasil masakan atau kerajinan tangan kamu kepada teman-teman kamu sendiri.
Bila kamu tidak punya waktu untuk melakukan ini secara rutin, kamu cukup memanfaatkan momen-momen tertentu seperti Lebaran atau Natal untuk menjualnya.
Jika kamu ingin merintis usaha sendiri, manfaatkan pinjaman tanpa agunan (KTA) untuk melakukannya. Pastikan agar kamu memilih produk KTA yang tepat agar kamu bisa konsisten melunasi cicilannya.

Sunday, 14 August 2016

Tips-Tips Mengatur Finansial

Saat memasuki masa tua, yang kita inginkan pasti adalah bagaimana kita dapat hidup dengan tenang dan nyaman. Karena saat masa tua, kita sudah tidak dapat lagi bekerja dan memenuhi segala kebutuhan hidup sendiri. Untuk itu kita diharuskan untuk mengerti dan memahami bagaimana cara untuk mengatur finansial.


1.      Ayo Menabung!!

“Nabung? Duh… Gaji saya habis buat bayar cicilan, buat belanja bulanan, buat bayar ini, bayar itu….” Atau “Nanti deh, setelah semua cicilan beres…” Jawaban ini yang paling sering dikeluarkan saat kita yang tidak terbiasa, diajak untuk menabung. Kelihatannya, bagi sebagian orang menabung memang tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan mengeluarkan uang demi mengikuti tred terkini. Padahal, manfaat menabung sangat besar terhadap hidup kita, loh. Diantaranya:

·      Belajar hidup hemat – Kegiatan menabung yang dilakukan secara rutin setelah gajian misalnya, akan membuat seseorang menyisakan pendapatannya sehingga menghindari jajan-jajan yang kurang berguna. Uang tersebut sudah dialokasikan untuk menabung.
·     Ketersediaan uang disaat mendesak – Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, salah satunya ketika jatuh sakit. Saat sakit tentu saja kita membutuhkan pengobatan, uang tabungan ini bisa dipergunakan untuk mengantisipasi keadaan mendadak yang bisa saja datang tiba-tiba.
·     Mencegah berhutang – Keadaan yang mendesak seperti sakit yang membutuhkan perawatan namun, tidak memiliki ketersediaan dana mau tidak mau jalan berhutanglah yang ditempuh. Berhutang kepada bank contohnya, akan berbunga dan malah akan memperberat saat pembayaran. Dengan menabung kita tidak perlu mengalami hal tersebut.
·     Investasi. Salah satu syarat dalam melakukan investasi adalah dengan menabung, tidak mungkin anda dapat memikirkan investasi tanpa menabung dari awal.
Nah, mulai sekarang, jadikan menabung sebagai prioritas utama hidup anda. Terutama saat anda masih muda, cobalah menabung agar tidak kesulitan di masa mendatang.

2. Buat Rencana keuangan

Rencana keuangan sebenarnya sederhana, hanya memuat pendapatan dan pengeluaran serta proyeksi nominal harta yang ingin diraih pada suatu periode. Bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun atau jangka panjang di atas 10 tahun. Apapun modelnya hal pertama yang harus dilakukan adalah Buatlah Rincian Biaya Pengeluaran.
Seharusnya pengeluaran anda kecil dan sepantasnya anda memiliki tabungan. Namun kenyataannya tidak demikian. Boro-boro tabungan, gajian tanggal 1 saja sudah habis tanggal 5. Ketika terjadi musibah, anda harus berhutang ke teman atau saudara. Memangnya berapa pengeluaran anda sebulan ? Berapa rumah yag sudah anda beli ? Berapa tanah yang sudah anda miliki ? Atau apa barang modal yang sudah anda beli ? Jawabannya pasti tidak ada, nol, nihil !

Sudah sewajarnya setiap orang membuat bujet keuangan setiap awal bulan. Malah ada yang membuat bujet atau anggaran di awal tahun. Namun, kenyataannya, bujet itu kadang hanya sekadar barisan angka yang tersusun rapi. Pelaksanaannya sering kali melenceng jauh dari anggaran keuangan yang sudah disusun. Karena itu, langkah kedua yang terpenting adalah mendisiplinkan diri terhadap bujet keuangan. Cobalah mengikuti daftar pengeluaran yang telah kita buat, termasuk dalam hal menabung. Intinya hanya satu, menahan diri terhadap semua godaan berbelanja barang-barang yang tak penting. Belilah segala sesuatu berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.

3. Ayo mulai!

Ada juga tipe orang yang jago membuat perencanaan, namun tak kunjung dikerjakan. Kebiasaan untuk berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai kalau kita terus menunda untuk melakukannya. Jangan terlalu berandai-andai dengan rencana tanpa eksekusi. Alangkah baiknya kalau kebiasaan menabung dimulai dari sekarang juga. Jika susah dilakukan mintalah bantuan dari pihak perencana keuangan atau orang-orang yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu kita melakukan penghematan. Perencana keuangan tersebut sebenarnya paling mudah masuk dalam mind set Anda adalah teman atau keluarga sendiri. Setidaknya, pastikan minimal ada 3% hingga 10% penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana pensiun.
Lalu bagaimana kita menyiapkan dana pensiun tersebut? Apakah cukup dengan tabungan dan investasi? Tabungan hanya cocok untuk dana darurat, jika tujuannya untuk persiapan dana pensiun, maka solusinya adalah investasi. Banyak orang gagal untuk berinvestasi hanya karena mereka serakah, mudah tertipu bujuk rayu investasi dengan imbal balik di luar kewajaran, atau tidak sabar dalam mengikuti tahapan investasi yang benar. Apapun itu investasi tetap merupakan langkah yang harus dilakukan untuk persiapan dana pensiun.
Untuk persiapan jangka panjang, banyak pakar keuangan memberi saran untuk investasi di reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana sesuai dengan profil risiko mulai dari reksa dana saham, campuran, dan pendapatan tetap.

4. Persiapkan Dana Darurat

Milikilah asuransi
Salah satu upaya merencanakan finansial yang cukup mudah sebenarnya adalah dengan mengikuti asuransi. Dengan mengikuti asuransi, kita bisa mendapatkan jaminan sesuai dengan premi yang kita bayarkan tanpa perlu memusingkan bagaimana mengatur keuangan saat terjadi masalah atau musibah. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu, kita sudah memiliki "cadangan" finansial yang akan memberikan keuntungan.
Siapkan dana pensiun.
Bila perusahaan tempat kita bekerja memberikan fasilitas simpanan pensiun, itu adalah hal yang sangat baik. Namun bila tidak, kita bisa menyiapkannya sendiri. Memiliki rencana jangka panjang keuangan jauh ke depan adalah hal yang harus menjadi prioritas saat ini. Dana pensiun merupakan pegangan utama bila suatu saat nanti kita sudah memasuki usia pensiun dan tidak bekerja lagi. Beberapa produk asuransi dan perbankan banyak yang menawarkan program investasi untuk perencanaan pensiun.
Bereskan tagihan kartu kredit.
Kartu plastik kecil ini memang memudahkan, namun bila tak waspada, justru mendatangkan kesulitan. Harus diingat, semakin sering kita menggeseknya, semakin besar pula tagihan yang harus dibayar. Untuk itu, perlakukan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai, bukan alat pembayaran. Maksudnya, kita harus memiliki dana untuk mengganti transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit dan jangan menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Plus, jangan lupa bayarlah tepat waktu sehingga kita terhindar dari "jebakan" utang bunga berbunga yang sering merepotkan.