Sunday, 14 August 2016

Tips-Tips Mengatur Finansial

Saat memasuki masa tua, yang kita inginkan pasti adalah bagaimana kita dapat hidup dengan tenang dan nyaman. Karena saat masa tua, kita sudah tidak dapat lagi bekerja dan memenuhi segala kebutuhan hidup sendiri. Untuk itu kita diharuskan untuk mengerti dan memahami bagaimana cara untuk mengatur finansial.


1.      Ayo Menabung!!

“Nabung? Duh… Gaji saya habis buat bayar cicilan, buat belanja bulanan, buat bayar ini, bayar itu….” Atau “Nanti deh, setelah semua cicilan beres…” Jawaban ini yang paling sering dikeluarkan saat kita yang tidak terbiasa, diajak untuk menabung. Kelihatannya, bagi sebagian orang menabung memang tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan mengeluarkan uang demi mengikuti tred terkini. Padahal, manfaat menabung sangat besar terhadap hidup kita, loh. Diantaranya:

·      Belajar hidup hemat – Kegiatan menabung yang dilakukan secara rutin setelah gajian misalnya, akan membuat seseorang menyisakan pendapatannya sehingga menghindari jajan-jajan yang kurang berguna. Uang tersebut sudah dialokasikan untuk menabung.
·     Ketersediaan uang disaat mendesak – Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, salah satunya ketika jatuh sakit. Saat sakit tentu saja kita membutuhkan pengobatan, uang tabungan ini bisa dipergunakan untuk mengantisipasi keadaan mendadak yang bisa saja datang tiba-tiba.
·     Mencegah berhutang – Keadaan yang mendesak seperti sakit yang membutuhkan perawatan namun, tidak memiliki ketersediaan dana mau tidak mau jalan berhutanglah yang ditempuh. Berhutang kepada bank contohnya, akan berbunga dan malah akan memperberat saat pembayaran. Dengan menabung kita tidak perlu mengalami hal tersebut.
·     Investasi. Salah satu syarat dalam melakukan investasi adalah dengan menabung, tidak mungkin anda dapat memikirkan investasi tanpa menabung dari awal.
Nah, mulai sekarang, jadikan menabung sebagai prioritas utama hidup anda. Terutama saat anda masih muda, cobalah menabung agar tidak kesulitan di masa mendatang.

2. Buat Rencana keuangan

Rencana keuangan sebenarnya sederhana, hanya memuat pendapatan dan pengeluaran serta proyeksi nominal harta yang ingin diraih pada suatu periode. Bisa dibuat dalam bentuk jangka pendek 1 tahun, jangka menengah 5 tahun atau jangka panjang di atas 10 tahun. Apapun modelnya hal pertama yang harus dilakukan adalah Buatlah Rincian Biaya Pengeluaran.
Seharusnya pengeluaran anda kecil dan sepantasnya anda memiliki tabungan. Namun kenyataannya tidak demikian. Boro-boro tabungan, gajian tanggal 1 saja sudah habis tanggal 5. Ketika terjadi musibah, anda harus berhutang ke teman atau saudara. Memangnya berapa pengeluaran anda sebulan ? Berapa rumah yag sudah anda beli ? Berapa tanah yang sudah anda miliki ? Atau apa barang modal yang sudah anda beli ? Jawabannya pasti tidak ada, nol, nihil !

Sudah sewajarnya setiap orang membuat bujet keuangan setiap awal bulan. Malah ada yang membuat bujet atau anggaran di awal tahun. Namun, kenyataannya, bujet itu kadang hanya sekadar barisan angka yang tersusun rapi. Pelaksanaannya sering kali melenceng jauh dari anggaran keuangan yang sudah disusun. Karena itu, langkah kedua yang terpenting adalah mendisiplinkan diri terhadap bujet keuangan. Cobalah mengikuti daftar pengeluaran yang telah kita buat, termasuk dalam hal menabung. Intinya hanya satu, menahan diri terhadap semua godaan berbelanja barang-barang yang tak penting. Belilah segala sesuatu berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.

3. Ayo mulai!

Ada juga tipe orang yang jago membuat perencanaan, namun tak kunjung dikerjakan. Kebiasaan untuk berhemat dan menabung tidak akan pernah tercapai kalau kita terus menunda untuk melakukannya. Jangan terlalu berandai-andai dengan rencana tanpa eksekusi. Alangkah baiknya kalau kebiasaan menabung dimulai dari sekarang juga. Jika susah dilakukan mintalah bantuan dari pihak perencana keuangan atau orang-orang yang sudah berpengalaman mengatur keuangan untuk membantu kita melakukan penghematan. Perencana keuangan tersebut sebenarnya paling mudah masuk dalam mind set Anda adalah teman atau keluarga sendiri. Setidaknya, pastikan minimal ada 3% hingga 10% penghasilan yang ditabung setiap bulan untuk persiapan dana pensiun.
Lalu bagaimana kita menyiapkan dana pensiun tersebut? Apakah cukup dengan tabungan dan investasi? Tabungan hanya cocok untuk dana darurat, jika tujuannya untuk persiapan dana pensiun, maka solusinya adalah investasi. Banyak orang gagal untuk berinvestasi hanya karena mereka serakah, mudah tertipu bujuk rayu investasi dengan imbal balik di luar kewajaran, atau tidak sabar dalam mengikuti tahapan investasi yang benar. Apapun itu investasi tetap merupakan langkah yang harus dilakukan untuk persiapan dana pensiun.
Untuk persiapan jangka panjang, banyak pakar keuangan memberi saran untuk investasi di reksa dana. Ada beberapa jenis reksa dana sesuai dengan profil risiko mulai dari reksa dana saham, campuran, dan pendapatan tetap.

4. Persiapkan Dana Darurat

Milikilah asuransi
Salah satu upaya merencanakan finansial yang cukup mudah sebenarnya adalah dengan mengikuti asuransi. Dengan mengikuti asuransi, kita bisa mendapatkan jaminan sesuai dengan premi yang kita bayarkan tanpa perlu memusingkan bagaimana mengatur keuangan saat terjadi masalah atau musibah. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu, kita sudah memiliki "cadangan" finansial yang akan memberikan keuntungan.
Siapkan dana pensiun.
Bila perusahaan tempat kita bekerja memberikan fasilitas simpanan pensiun, itu adalah hal yang sangat baik. Namun bila tidak, kita bisa menyiapkannya sendiri. Memiliki rencana jangka panjang keuangan jauh ke depan adalah hal yang harus menjadi prioritas saat ini. Dana pensiun merupakan pegangan utama bila suatu saat nanti kita sudah memasuki usia pensiun dan tidak bekerja lagi. Beberapa produk asuransi dan perbankan banyak yang menawarkan program investasi untuk perencanaan pensiun.
Bereskan tagihan kartu kredit.
Kartu plastik kecil ini memang memudahkan, namun bila tak waspada, justru mendatangkan kesulitan. Harus diingat, semakin sering kita menggeseknya, semakin besar pula tagihan yang harus dibayar. Untuk itu, perlakukan kartu kredit sebagai pengganti uang tunai, bukan alat pembayaran. Maksudnya, kita harus memiliki dana untuk mengganti transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit dan jangan menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Plus, jangan lupa bayarlah tepat waktu sehingga kita terhindar dari "jebakan" utang bunga berbunga yang sering merepotkan.



0 comments:

Post a Comment