Thursday, 8 December 2016

Biaya Pendidikan Kian Mahal, Harus Bagaimana?

    Seperti kebanyakan orang tua yang bekerja dengan keras, memiliki anak bukanlah sesuatu yang mudah. Dan tentu saja, salah satu hal yang paling mahal dari membesarkan seorang anak adalah ketika memerlukan biaya pendidikan.

    Dengan minimum 12 tahun pendidikan formal yang harus didapatkan seorang anak, Anda sedang berada di dalam perjalanan sulit yang bergantung dengan keadaan keuangan Anda. Ini akan berlipat ganda (bahkan 3 atau 4 kali lipat) jika Anda memiliki lebih dari satu orang anak. Semakin lama biaya pendidikan di Indonesia semakin bertambah, terutama jika Anda ingin memasukkan anak Anda ke sekolah yang bagus – dalam arti sekolah swasta yang mahal. Itu semua belum termasuk keperluan tambahan lain seperti buku pelajaran, seragam, kebutuhan sehari-hari, tugas sekolah, studi banding atau karyawisata, dan lain-lain.

    Namun, membiayai pendidikan dasar jauh lebih mudah dibandingkan dengan tingkat selanjutnya yang akan menguras banyak uang. Untuk kuliah di Universitas terbaik dalam negeri saja, anda sudah harus mempersiapkan biaya yg tidak sedikit, apalagi jika anda ingin anak-anak anda untuk kuliah di universitas terbaik dunia. Sudah terbayang berapa biaya yang harus anda keluarkan? Belum lagi inflasi biaya pendidikan yang biasanya meningkat 10% -20% per tahun.

    Seperti kebanyakan orang tua, Anda mungkin termasuk yang percaya bahwa pendidikan kuliah adalah dasar dari karir yang menjanjikan. Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya sukses?

    Jika Anda ingin keadaan keuangan Anda dapat memenuhi kebutuhan perkuliahan anak, Anda perlu strategi yang efektif untuk menabung pendapatan bulanan dan mengeluarkannya dengan bijaksana. Apa saja cara untuk menyiasati biaya pendidikan yang kian mahal? 

  1. Rekening Pendidikan
  2. Investasi
  3. Tabungan Pendidikan

    Anda  juga dapat mengikuti program tabungan pendidikan dari PRESTIGE WEALTH MANAGEMENT mau tahu bagaimana caranya?


Silahkan hubungi:
Prestige Wealth Management
(021) 4001 0117

Tuesday, 6 December 2016

Tambahkan Ubi Jalar Pada Menu Makan Si Kecil Yuk, Mom!

Sebagai orang tua, Mom pasti akan memberikan asupan yang kaya akan nutrisi untuk si kecil. Menyiapkan makanan yang mencukupi kebutuhan nutrisi apalagi saat dia dalam tahap pertumbuhan. Misalnya saja, dengan memasukkan ubi jalar ke dalam daftar menu makannya.
· Meningkatkan sistem imun
Kandungan vitamin C dalam ubi jalar dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh buah hati Anda. Vitamin C dalam ubi jalar memiliki antioksidan alami yang sangat bermanfaat untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh. Apalagi, usia bayi yang masih sangat rentan terhadap serangan penyakit.
· Kaya akan vitamin D
Sama halnya dengan vitamin C, bayi dan balita membutuhkan asupan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Parahnya, belakangan ini ditemukan banyak anak kecil yang kekurangan asupan vitamin D. Di samping itu, vitamin D yang bisa Anda temukan dalam ubi jalar juga dapat meningkatkan energi si kecil.
· Sumber zat besi
Tak hanya orang dewasa, bayi dan balita juga rentan mengalami anemia. Karenanya, Anda bisa memberikan ubi jalar yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia dan meningkatkan sel darah putih. Selain itu, ubi jalar juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.
· Kalori yang tinggi
Bayi tentu membutuhkan banyak kalori untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kalori yang tinggi dapat Anda temukan dalam ubi jalar di mana dalam satu sajian terdapat sebanyak 90 kalori.
Nah, yuk Mom, tambahkan ubi jalar untuk kesehatan si kecil!


Monday, 5 December 2016

Manfaat buah alpukat untuk kesehatan balita

Alpukat termasuk salah satu buah terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita di masa tumbuh kembangnya. Sebab, buah ini mengandung beragam Vitamin dan Mineral penting yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang balita, seperti Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Zat Besi, Asam Folat, Kalium, dan Antioksidan.
Alpulkat juga mempunyai manfaat-manfaat baik yang berguna untuk tumbuh kembang si kecil loh, mom. Diantaranya:
• Melindungi Hati dan Jantung
Menurut ahli gizi, bila si Kecil rutin mengonsumsi alpukat sejak dini, organ-organ vital di tubuhnya seperti jantung dan hati akan lebih kuat dan terlindungi dari risiko kerusakan, Karena, di samping mengandung kolesterol baik yang membantu memperkuat pembuluh jantung dan meringankan kerja organ hati, alpukat mengandung senyawa Antioksidan kuat bernama Glutathione yang bisa melawan radikal bebas dan berbagai virus yang berisiko membahayakan tubuh, termasuk virus hepatitis yang mengancam organ hati si Kecil.
• Mempercepat Penyembuhan Luka
Saat si kecil sedang aktif bermain dan beraktifitas diluar bersama teman-temannya, risiko si Kecil mengalami luka dan lecet karena terjatuh ataupun terpeleset jadi semakin besar. Selain dengan memberikan obat luar, Mom juga bisa lho mempercepat proses penyembuhan luka di tubuh si Kecil dengan memberinya alpukat untuk dikonsumsi.
Vitamin K pada alpukat bisa membantu mempercepat berhentinya pendarahan yang dialami si Kecil. Sementara, kandungan Vitamin E di dalamnya membantu regenerasi sel-sel kulit berlangsung lebih cepat agar luka si Kecil segera tertutupi lapisan kulit baru.
• Menangkal Radikal Bebas
Mengingat polusi udara di perkotaan sudah cukup parah, Mom mungkin pernah ya khawatir apakah sistem imun di tubuh si Kecil mampu melindungi tubuh mungilnya dari bahaya polusi dan radikal bebas?
Namun, tidak perlu khawatir khawatir. Menurut penjelasan ahli gizi, selain bermanfaat memperkuat otot jantung dan meringankan beban kerja organ hati, Antioksidan Glutathione pada alpukat juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil secara menyeluruh terhadap ancaman radikal bebas yang membahayakan kesehatan.
• Memperlancar Proses Pencernaan
Di samping tiga manfaat di atas, konsumsi alpukat juga menghindarkan si Kecil dari risiko konstipasi dan menjaga sistem pencernaannya tetap sehat, Mom. Sebab, alpukat membantu mengatur kadar asam pada perut sehingga sistem pencernaan si Kecil lebih lancar. Dengan kata lain, selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita, alpukat juga menjaga sistem metabolisme tubuh si Kecil berjalan dengan baik.

Nah, banyak sekali kan mom manfaat alpukat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan menjaga kesehatan fisik si Kecil? Oleh sebab itu, yuk, rutin sajikan buah ini di rumah!

Sunday, 4 December 2016

Manfaat Air Putih Untuk Kesehatan Balita

Seiring dengan makin aktifnya si Kecil saat bermain, ia tentu jadi lebih sering berkeringat. Supaya balita kesayangan Ibu tidak dehidrasi, Ibu perlu lebih sering mengingatkan si Kecil untuk minum air putih. Apalagi, menurut sebuah artikel yang saya baca di forum konsultasi anak online, menjaga tubuh si Kecil tetap cukup air ternyata sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan gizi balita.
Menurut artikel itu, konsumsi cukup air putih penting untuk perkembangan balita karena:
1. Membantu Mengurangi Sembelit
Seperti halnya buah pepaya yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan memperlancar sistem pencernaan buah hati, air putih juga bisa melindungi si Kecil dari risiko sembelit bila dikonsumsi secara rutin, Bu. Memberikan si Kecil asupan air putih secara rutin setiap pagi sebanyak ¾ gelas terbukti mampu membuat feses melunak sehingga si Kecil lebih mudah buang air besar dan tidak rentan sembelit. Dengan demikian, ia pun tak akan kesakitan saat buang air besar.
2. Mencegah Kerusakan Gigi
Cara untuk mencegah kerusakan gigi si Kecil bisa dilakukan dengan menanamkan kebiasaan sikat gigi teratur dan mencukupi 
kebutuhan gizi balita akan Vitamin D. Selain itu, cara lain yang terbilang sederhana adalah dengan membiasakan si Kecil minum air putih lebih banyak daripada minum jus buah, teh, minuman kemasan, maupun minuman bersoda.
Mengingat sifatnya yang ringan dan murni, air putih tak hanya menyehatkan, tetapi juga dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi dan mempercepat terjadinya karies gigi, Bu. Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan air putih harian disebut sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi balita.
3. Menjaga Kebugaran Tubuh si Kecil
Masih menurut artikel yang saya baca, komponen terbesar penyusun darah adalah air, Bu. Ketika kandungan air dalam darah tercukupi dengan baik, darah tidak akan menggumpal sehingga bisa dengan mudah dipompa jantung ke seluruh tubuh untuk membantu mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen. Hal ini tentu menguntungkan bagi kesehatan balita Ibu karena peredaran darah yang lancar dapat membuat tubuhnya jadi lebih sehat dan bugar serta tak mudah terserang penyakit.
4. Mencerdaskan Otak

Terakhir tapi tak kalah penting, mencukupi kebutuhan air putih balita setidaknya 1,5 liter (6 – 7 gelas) per hari juga membantu nutrisi dan oksigen tersebar lebih lancar ke seluruh tubuh, termasuk otak, Bu. Saat asupan nutrisi dan oksigen yang diperlukannya tercukupi, otak akan mampu berkonsentrasi dengan lebih baik sehingga si Kecil lebih mudah menangkap berbagai info dan pengetahuan baru dari lingkungan di sekelilingnya. Dengan begitu, ia pun tumbuh lebih cerdas dan cepat tanggap.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa mencukupi kebutuhan air putih harian si Kecil sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan gizi balita, Bu. Yuk, ajak si Kecil minum lebih banyak mulai hari ini!
(sumber: https://www.ibudanbalita.com/artikel/manfaat-rutin-konsumsi-air-putih-untuk-kesehatan-balita)